Sabtu, 22 September 2018

Format atau Tamplate Makalah , cara buat makalah

Assalammualaikum man teman sekalian yang mau bikin makalah tapi lupa bagaimana menyusunnya, mari kita belajar lagi, disini saya membagikan cara membuat makalah dengan format yang baik dan benar , dan cara ini juga saya ambil dari tetangga (https://sharingkali.com) semoga bermanfaat





Pengertian Makalah


Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) makalah adalah tulisan resmi mengenai suatu pokok bahasan yang disusun untuk dibacakan di muka umum dalam suatu persidangan. Dan biasanya sering diterbitkan.
Kemudian menurut Bapak Tanjung dan Ardial (ahli bahasa) makalah adalah suatu karya ilmiah yang memuat pemikiran suatu topik masalah tertentu dan ditulis dengan cara sistematis, disertai dengan analisis yang rasional dan objektif.
Sedangkan menurut Surakhmad, makalah semua jenis tugas kuliah yang wajib diselesaikan secara tertulis, baik sebagai hasil karangan atau sebagai pembahasan buku tentang suatu pokok permasalahan.
Ciri-ciri Makalah
Makalah memiliki ciri-ciri tertentu, sehingga makalah tidak sama dengan karya ilmiah yang lain seperti jurnal, artikel atau paper. Berikut ini adalah ciri-ciri makalah dari segi isi pembahasan di dalamnya. Ciri makalah dari segi penulisan ataupun strukturnya ada di poin berikutnya.
  1. Makalah berisi kajian literatur atau laporan suatu kegiatan di lapangan yang sesuai dengan pokok bahasan suatu mata pelajaran atau mata kuliah tertentu.
  2. Isinya mendemonstrasikan pemahaman si pemakalah tentang suatu permasalahan teoritik yang kemudian dikaji dengan menerapkan prosedur, teori, dan prinsip yang berhubungan dengan mata kuliah atau mata pelajaran.
  3. Menggambarkan kemampuan si pemakalah dalam meramu berbagai teori dan informasi menjadi satu kesatuan yang utuh. Oleh karenanya makalah harus benar-benar disusun dengan sempurna oleh si pemakalah dengan memperhatikan EYD, tata bahasa, etika menulis, etika mengutip serta cara menyimpulkan gagasan.
  4. Memiliki sistematika yang paten. (dalam sub bab selanjutnya akan dibahas mengenai sistematika penulisan makalah yang baik dan benar). Tidak seperti karya sastra atau karya seni yang memiliki sistematika bebas. Lihat contoh makalah!
Jenis-jenis Makalah
Berdasarkan sumber pokok pembahasannya, jenis-jenis makalah dibagi menjadi 3 yaitu makalah induktif, deduktif dan campuran.
  1. Makalah Induktif yakni makalah yang dalam penyusunannya berdasarkan hasil data empiris yang didapatkan dari penelitian di lapangan, tentunya yang masih relevan dengan pokok bahasan. Disebut makalah induktif karena dikembangkan dengan pola induksi, yakni diawali dengan hal-hal yang bersifat khusus kemudian disimpulkan menjadi hal yang umum. Artinya kalimat utama berada di akhir paragraf.
  2. Makalah Deduktif yakni makalah yang dalam penyusunannya berdasarkan kajian teoritis yang diambil dari literatur yang sudah ada. Disebut makalah deduktif karena dikembangkan dengan pola deduksi, yaitu dijelaskan dari hal yang bersifat umum kemudian menuju khusus. Artinya paragraf utama berada di awal paragraf, kemudian diikuti oleh kalimat-kalimat pendukung.
  3. Makalah Campuran yakni gabungan antara makalah induktif dan deduktif, yang mana dasar penyusunannya adalah suatu kajian teoritis dan data empiris. Paragraf-paragraf dalam makalah ini diawali dengan hal yang umum yang diikuti dengan kalimat-kalimat penjelas bersifat khusus, kemudian ditutup lagi dengan kesimpulan yang bersifat umum. Lihat contoh makalah!


Cara Membuat Makalah Disertai Contoh Makalah


Hal yang sering dipertanyakan sebelum membuat contoh makalah adalah format pengaturan kertas. Meski cuma sepele kamu harus memperhatikan hal ini agar makalahmu tidak dicoret-coret oleh dosen atau guru. hehe  Ikuti poin-poin berikut ini untuk membuat contoh makalah yang baik dan benar:
  • Sampul makalah menggunakan Kertas Buffalo (boleh berwarna)
  • Isi makalah menggunakan Kertas A4
  • Model huruf: Times New Roman
  • Ukuran huruf: 12
  • Jarak spasi : 1,5
  • Margin
     Atas      : 4 cm
     Bawah  : 3 cm
     Kanan  : 3 cm
     Kiri       : 4 cm
Setelah menyiapkan kertas dan memahami format penulisannya, berikutnya akan saya jelaskan mengenai isi makalah. Makalah yang baik dan benar setidak-tidaknya mengandung 8 poin penting berikut ini:
  1. Cover Makalah
  2. Kata Pengantar Makalah
  3. Daftar Isi Makalah
  4. Pendahuluan Makalah
  5. Pembahasan Makalah
  6. Penutup Makalah
  7. Daftar Pustaka Makalah
  8. Lampiran Makalah (jika ada yang perlu dilampirkan)
Sebenarnya masih ada lagi poin variasi yang biasanya ditambahkan oleh pemakalah, seperti lembar persembahan, motto penulis dan lain-lain. Namun pada dasarnya yang wajib adalah 8 poin diatas.
Baiklah, agar kamu lebih mengerti, akan saya jabarkan satu persatu poin-poin di atas menggunakan contoh-contoh makalah berikut ini.
Contoh Cover Makalah (sampul depan)
Cover adalah lembar pertama yang menjadi sampul depan makalah. Cover makalah adalah bagian yang pertama dilihat orang, sehingga harus dibuat sesempurna mungkin. Sebab cover makalah mewakili isi makalah.
Banyak orang yang sudah merasa tahu isi dari sebuah makalah hanya dengan melihat sampulnya. Jangan sampai calon pembaca ilfil dulu melihat sampulmu sebelum membacanya 😉
Langsung saja, cover makalah berisi hal-hal berikut ini.
  • Judul makalah: Terletak dibagian atas, ditulis dengan huruf kapital tebal, biasanya berukuran font 14.
  • Logo sekolah/kampus/universitas: berada di bagian tengah cover, berukuran sedang dan berwarna sesuai logo sekolah atau kampus.
  • Data lengkap penulis: Berisi nama, nomer induk dan kelas/jurusan pemakalah. Jika kelompok maka ditulis semua anggota kelompoknya. Tidak harus huruf kapital.
  • Fakultas Kampus atau Sekolah: Jika mahasiswa tulis nama fakultas dan kampusnya. Jika masih Pelajar SMP atau SMA ya tulis nama sekolahnya.
  • Kota dan tahun pembuatan makalah
Semuanya menggunakan font 12 dan menggunakan baris rata tengah. Ada juga yang mengganti logo sekolah atau kampusnya dengan tiga garis vertikal. Itu hanya variasi saja, tidak harus. Lihat contoh makalah!
Sobat sharing pasti ingin langsung lihat bagaimana contoh cover makalahnya. Inilah contoh cover makalah yang baik dan benar.



Contoh Cover Makalah






Itulah contoh cover makalah yang umum digunakan di kalangan para pelajar dan mahasiswa. Jika kamu menemukan contoh cover makalah bentuk lain, itu hanyalah variasi. Boleh-boleh saja. Oiya silakan buka contoh cover makalah dan proposal jika ingin melihat cover bentuk lain.
Contoh Kata Pengantar Makalah
Kata Pengantar yang baik berisi tentang:
  • kalimat-kalimat syukur kepada Allah SWT
  • ucapan terima kasih kepada semua pihak yang berperan dalam penyusunan makalah
  • alasan pembuatan makalah
  • harapan dan juga kesediaan menerima kritik dan saran
  • Penutup
Itulah hal-hal yang kebanyakan dituliskan dalam kata pengantar. Namun ada juga pemakalah yang menambahkan unsur lain seperti doa-doa, kelebihan bahkan kekurangan makalah. Agar semakin faham sebaiknya kamu simak contoh kata pengantar berikut ini:

Contoh Kata Pengantar Makalah #1 


KATA PENGANTAR
Alhamdulillahi Robbil ‘Alami, Segala puji bagi Allah SWT Tuhan Semesta Alam. Atas segala karunia nikmatNya sehingga saya dapat menyusun makalah ini dengan sebaik-baiknya. Makalah yang berjudul “Memahami Pancasila dan Undang-Undang Dasar 19945 Sebagai Dasar Negara” disusun dalam rangka memenuhi salah satu tugas mata pelajaran PKn yang diampu oleh Bapak Suwardi Syamsi  M. H, M. Pd.
Makalah ini berisi tentang makna dasar Pancasila dan Undang-Undang Dasar serta posisinya di dalam penerapan konstitusi di Indonesia. Dalam penyusunannya melibatkan berbagai pihak, baik dari dalam sekolah maupun luar sekolah. Oleh sebab itu saya mengucapkan banyak terima kasih atas segala kontribusinya dalam membantu penyusunan makalah ini.
Meski telah disusun secara maksimal, namun penulis sebagai manusia biasa menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Karenanya penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca sekalian.
Besar harapan saya makalah ini dapat menjadi sarana membantu masyarakat dalam memahami sumber hukum tertinggi di Indonesia yakni Pancasila dan UUD 1945.
Demikian apa yang bisa saya sampaikan, semoga pembaca dapat mengambil manfaat dari karya ini.
Malang, 17 Agustus 2017
Penulis

Contoh Kata Pengantar Makalah #2 


KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah Subhanahu Wata’ala atas segala karunia nikmatnya sehingga makalah pendidikan yang berjudul “Menakar Efektifitas Kurikulum 2013” ini dapat diselesaikan dengan maksimal, tanpa ada halangan yang berarti. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah Pendidikan Dasar yang diampu oleh Ibu Hj. Asmaul Husna M.Pd.
Pemilihan tema ini didasari atas keresahan penulis terhadap keputusan pemerintah yang sering mengganti kurikulum resmi negara. Seringnya pergantian kurikulum ini membuat para pengajar di lapangan tidak memahami dengan benar konsep dasar kurikulum-kurikulum tersebut. Semoga dengan adanya makalah pendidikan ini dapat membuka pola fikir penulis khususnya  dan pembaca pada umumnya.
Makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya tidak lepas dari bantuan dan dukungan dari berbagai pihak yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu. Untuk itu kami ucapkan terima kasih.
Penulis menyadari bahwa masih banyak kesalahan dalam penyusunan makalah ini, baik dari segi EYD, kosa kata, tata bahasa, etika maupun isi. Oleh karenanya penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca sekalian untuk kami jadikan sebagai bahan evaluasi.
Demikian, semoga makalah ini dapat diterima sebagai ide/gagasan yang menambah kekayaan intelektual bangsa.
Malang, 17 Agustus 2017
Penulis


Itulah contoh kata pengantar makalah yang baik.






Contoh Daftar isi Makalah

Pasti semuanya sudah paham. Diawal artikel ini pun terdapat daftar isi. Yakni berisi semua point-point yang dibahas dalam makalah yang berfungsi untuk memudahkan pembaca menemukan halaman atau judul yang dituju.
Sedikit berbeda dari daftar ini buku atau novel, di daftar isi makalah terdapat titik-titik sebelum nomer halaman. Di Microsoft Word ada fitur untuk membuat halaman dan titik-titik tersebut secara otomatis.
Perhatikan contoh daftar isi makalah yang baik dan benar berikut ini:

Contoh Makalah #1 Daftar Isi


DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
LEMBAR PENGESAHAN……………………………………….. i
KATA PENGANTAR……………………………………………….. ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang………………………………………………………..1
1.2 Rumusan Masalah…………………………………………………. 5
1.4 Tujuan …………………………………………………………………..6
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Teh ………………………………………………………………………. 7
2.1.1 Aspek Botani……………………………………………………….. 7
2.1.2 Kandungan Kimia……………………………………………….. 7
2.1.3 Produk Olahan Teh……………………………………………….8
PENUTUP………………………………………………………………..29
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………29
LAMPIRAN-LAMPIRAN……………………………………….. 30



Contoh Pendahuluan Makalah (BAB 1)
Biasanya pendahuluan berisi tentang gambaran secara umum makalah tersebut, yang meliputi latar belakang, rumusan masalah, maksud dan tujuan.
  • Latar belakang : Berisi tentang sesuatu hal menarik yang menyebabkan pemakalah memilih tema tersebut. Latar belakang memakai kaidah piramida terbalik, artinya penulisan dari umum ke yang khusus.
  • Rumusan masalah : Berisi tentang masalah apa saja yang akan diungkap dalam makalah. Wujudnya berupa pertanyaan.
  • Maksud dan Tujuan : Berisi tentang apa maksud dan tujuan penulisan makalah.
Perhatikan contoh-contoh pendahuluan makalah berikut ini!


Contoh Makalah #1 Pendahuluan 

BAB 1
PENDAHULUAN
 Latar Belakang
Bahasa  Indonesia  merupakan  bahasa  yang  sangat penting  di  kawasan  republik  kita. Besarnya peranan bahasa itu diantaranya bersumber pada ikrar ketiga sumpah pemuda 1928. Tetapi, di samping itu masih  ada beberapa sebab lain mengapa bahasa Indonesia memperoleh kedudukan terkemuka diantara ratusan bahasa nusantara yang  masing-masing  begitu  penting  bagi  penuturnya sebagai  bahasa   ibu.  Bahasa  menjadi penting atau tidak bisa juga  didasari  patokan seperti jumlah  penutur, peranannya dan luas penyebarannya sebagai sarana seni sastra, ilmu, serta pengungkap budaya.
Apabila  kita  menerapkan  patokan  yang  pertama,  yaitu  jumlah  penutur,  maka bahasa  Indonesia  sebagai  bahasa  ibu,  jumlah  penuturnya  mungkin  saja tidak  sebanyak bahasa Sunda, bahasa Sunda, atau bahasa Madura. Namun, jika pada jumlah itu ditambahkan penutur dwibahasawan  yang  memfungsikan  bahasa  Indonesia  sebagai  bahasa  pertama  atau bahasa  kedua,  ia memperoleh peringkat pertama diantara jumlah penutur berbagai bahasa di Indonesi. Meski demikian,  sebaiknya  disadari  bahwa  jumlah penutur asli bahasa Indonesia semakin lama akan bertambah.
Patokan  yang  kedua,  yaitu  luas  penyebaran,  jelas  memposisikan  bahasa Indonesia di baris depan. Sebagai bahasa setempat, bahasa itu dipakai oleh orang di daerah pantai  timur  Sumatera, Kepulauan  Riau dan Bangka, dan daerah pantai Kalimantan. Sebagai bahasa kedua, penyebarannya dapat ditemui dari ujung barat sampai ujung timur, begitu juga dari pucuk utara sampai ke batas selatan Indonesia.
Patokan yang ketiga, yaitu melihat perannya sebagai sarana ilmu, seni sastra, dan pengungkap budaya, memberikan gambaran bahwa bahasa Indonesia sudah menjadi satu-satunya sarana bahasa dalam penyampaian  ilmu  pengetahuan  serta  media untuk ekspresi seni sastra dan budaya untuk seluruh warga Indonesia dengan  latar belakang budaya yang berbeda-beda.
Uraian-uraian tadi menunjukkan gambaran betapa pentingnya bahasa Indonesia untuk kita.  Menurut ketiga patokan itu, bahasa Indonesia memiliki kedudukan yang lebih penting daripada bahasa-bahasa daerah. Musti dicatat, bahwa kedudukannya yang penting  itu semata-mata bukan karena  mutunya  sebagai  bahasa,  bukan  karena  besar kecilnya jumlah kosa kata atau keluwesan dalam  tata  kalimatnya, serta bukan juga karena kemampuan daya ungkapnya.
Rumusan Masalah
  1. Apa itu Ragam Bahasa Indonesia?
  2. Apa saja jenis Ragam Bahasa Indonesia?
  3. Apa pentingnya mempelajari Ragam Bahasa Indonesia?
  4. Bagaimana cara mempelajari Ragam Bahasa Indonesia?
Tujuan
  1. Untuk mengetahui dan mempelajari Ragam Bahasa secara jelas
  2. Untuk mengetahui jenis-jenis ragam bahasa Indonesia dan maknanya
  3. Untuk mengetahui pentingnya mempelajari ragam bahasa Indonesia
  4. Untuk mengetahui cara mempelajari ragam bahasa Indonesia

Contoh Makalah #2 Pendahuluan


BAB 1
PENDAHULUAN
  • Latar Belakang
Seorangf individu di dalam masyarakat harus mengalami proses sosialisasi agar dia bisa bersikap dan hidup sesuai dengan norma dan atauran yang belaku dalam masyarakat. Bila tak bersosialisasi maka masyarakat sulit untuk berlanjut ke generasi berikutnya. Proses sosialisasi individu di dalam masyarakat merupakan salah satu faktor yang berpengaruh dalam keberlangsungan hidup masyarakat, baik dengan teman sebasa, teman kerja atau keluarga.
Keluarga adalah miniatur wajah peradaban.  Baik dan buruknya suatu masyarakat dapat dilihat dari unsur-unsur keluarga di dalamnya. Jika banyak keretakan yang terjadi dalam rumah tangga maka akan sangat besar potensi keretakan dan kerusakan dalam peradaban masyarakat. Kita menjadi heran, akhir-akhir ini semakin sering kita dengar tentang kabar perceraian. Baik dari kalangan artis sampai warga biasa. Padahal ikatan keluarga adalah ikatan yang paling kuat di antara ikatan yang lain. Dalam keluarga ada hubungan pernikahan suami-istri, hubungan orang tua dan anak, yang mana komposisi keluarga tersebut tidak dapat tergantikan. Bila hubungan yang seperti ini saja masih berantakan, apalagi hanya hubungan dalam masyarakat. Bisa jadi lebih rentan perpecahan.
Inilah satu dari sekian banyak dampak yang diakibatkan oelah banyaknya manusia yang tidak memahami arti sebuah keluarga. Bila diartikan secara sederhanya keluarga berati saling melindungi, saling percaya, saling berbagi rasa, saling menghormati dan sling menguatkan ikatan. Oleh sebab itu di dalam makalah ini diulas secara tuntas materi yang berhubungan dengan keluarga, seperti konsep dasar keluarga, persiapan dalam pernikahan, cara menghadapi dinamika permasalahan dalam keluarga, serta menejemen keuangan yang baik dalam keluarga.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah konsep dasar dalam keluarga?
2. Seperti apa persiapan diri menuju pernikahan?
3. Bagaimana cara menghadapi dinamika masalah keluarga?
4. Bagaimana cara memenej keuangan keluarga yang baik?
5. Bagaimana mewujudkan keluarga sehat?
1.3 Tujuan Penulisan Makalah
1. Untuk Memahami konsep dasar keluarga.
2. Untuk memahami apa saja persiapan menuju pernikahan.
3. Untuk memahami cara menghadapi dinamika permasalahan keluarga.
4. Untuk memahami menejemen keuangan keluarga yang baik.
5. Untuk mewujudkan keluarga yang sehat.

Contoh Pembahasan Makalah

Ini adalah inti dari semuah makalah. Pada bagian inilah kamu memaparkan segala teori, metode penelitian, sasaran penelitian dan penjabaran atas penelitian atau laporan hasil penemuan di lapangan. Sekaligus menjelaskan permasalahan yang ditulis dalam bab pertama, yaitu rumusan masalah.
Pada bagian ini disajikan data-data ilmiah yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif serta teori-teori yang digunakan untuk menguatkan gagasan yang kamu angkat.
Data penelitian dapat disajikan dalam bentuk diagram, tabel atau grafik yang mudah dipahami oleh pembaca. Jika data yang didapat berupa hasil wawancara maka pemakalah dapat menuliskan kutipan dari narasumber.
Hati-hati, dalam bab pembahasan ini biasanya muncul asumsi penulis yang subjektif. Sehingga ia menuliskan berdasarkan opininya. Padahal semua asumsi yang ada dalam pembahasan ini harus berdasarkan referensi yang berupa literatur ataupun data empiris.

Berikut contoh pembahasan makalah yang baik:

BAB II
PEMBAHASAN
2.1. INSEKTISIDA NABATI
Insektisida adalah suatu macam dalam lingkup pestisida di samping yang lainnya. Definisi umum dari pestida adalah pembunuh hama, berasal dari kata pest yang berarti hama, dan sida berasal dari kata ceado yang berarti pembunuh atau racun. Macam-macam pestida antara lain : Insektisida, Fungisida, Rodentisida, Herbisida, Nematisida, Bakterisida, Virusida, Acorisida, Mitisida, Lamprisida dan lain-lain. Menurut Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1973 batasannya adalah sebagai berikut :
  1. Memberantas atau mencegah hama penyakit yang merusak tanaman, bagian tanaman atau hasil-hasil pertanian.
  2. Memberantas gulma.
  3. Memetaikan daun dan mencegah pertumbuhan yang tidak diinginkan.
  4. Mengatur/merangsang pertumbuhan tanaman atau bagian tanaman (tidak merusak pupuk).
  5. Memberantas atau mencegah hama luar pada hewan peliharaan/ternak.
  6. Memberantas atau mencegah binatang dan jasad renik dalam rumah tangga.
  7. Memberantas atau mencegah binatang yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia atau binatang.
Syarat-syarat pestisida untuk dijadikan percobaan harus mencakup formula serta percobaan crop (pada tanaman). Untuk mengetahui efisien dari insektisida tersebut, haruslah memeperhatikan unsur-unsur sebagai berikut :
  1. Daya bunuhnya
  2. Penggunaan yang mudah
  3. Daya tahan terhadap iklim
  4. Berbahaya atau tidaknya terhadap manusia dan hewan-hewan peliharaan
  5. Berbahaya atau tidaknya terhadap predator
  6. Penggunaannya dapat dipertanggungjawabkan
Tentang insektisida ini, kita mengenal pula adanya insektisida organik dan inseksida sintesis. Yang dimaksud dengan insektisida organis yaitu yanng berasal dari tanaman, misal : akar tuba, nikotin, dan lain-lain. Dan yang dimakasud dengan insektisida sintetis adalah yang dibuat, seperti : air raksa, timah, arsenat dan lain-lain.
Inektisida organik atau dengan kata lain insektisida nabati adalah bahan aktif tunggal atau majemuk yang berasal dari tumbuhan yang datpat digunakan untuk mengendalikan organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Pestisida nabati ini dapat berfungsi sebagai penolak, penarik, antifertilitas (pemandul), pembunuh dan bentuk lainnya (Anonymous, 2002).
Secara umum insektisida nabati diartikan sebagai suatu pestisida yang bahan dasarnya berasal dari tumbuhan yang relatif mudah dibuat dengan kemampuan dan pengetahuan yang terbatas. Oleh karen terbuat dari bahan alami atau nabati maka jenis pestisida ini bersifat mudah terurai (bio-degradable) di alam sehingga tidak mencemari lingkungan, dan relatif aman bagi manusia dan ternak peliharaan karena residu mudah hilang (Anonymous, 2002).
2.2. INSEKTISIDA NABATI
Insektisida adalah suatu macam dalam lingkup pestisida di samping yang lainnya. Definisi umum dari pestida adalah pembunuh hama, berasal dari kata pest yang berarti hama, dan sida berasal dari kata ceado yang berarti pembunuh atau racun. Macam-macam pestida antara lain : Insektisida, Fungisida, Rodentisida, Herbisida, Nematisida, Bakterisida, Virusida, Acorisida, Mitisida, Lamprisida dan lain-lain. Menurut Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1973 batasannya adalah sebagai berikut :
  1. Memberantas atau mencegah hama penyakit yang merusak tanaman, bagian tanaman atau hasil-hasil pertanian.
  2. Memberantas gulma.
  3. Memetaikan daun dan mencegah pertumbuhan yang tidak diinginkan.
  4. Mengatur/merangsang pertumbuhan tanaman atau bagian tanaman (tidak merusak pupuk).
  5. Memberantas atau mencegah hama luar pada hewan peliharaan/ternak.
  6. Memberantas atau mencegah binatang dan jasad renik dalam rumah tangga.
  7. Memberantas atau mencegah binatang yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia atau binatang.
Syarat-syarat pestisida untuk dijadikan percobaan harus mencakup formula serta percobaan crop (pada tanaman). Untuk mengetahui efisien dari insektisida tersebut, haruslah memeperhatikan unsur-unsur sebagai berikut :
  1. Daya bunuhnya
  2. Penggunaan yang mudah
  3. Daya tahan terhadap iklim
  4. Berbahaya atau tidaknya terhadap manusia dan hewan-hewan peliharaan
  5. Berbahaya atau tidaknya terhadap predator
  6. Penggunaannya dapat dipertanggungjawabkan
Tentang insektisida ini, kita mengenal pula adanya insektisida organik dan inseksida sintesis. Yang dimaksud dengan insektisida organis yaitu yanng berasal dari tanaman, misal : akar tuba, nikotin, dan lain-lain. Dan yang dimakasud dengan insektisida sintetis adalah yang dibuat, seperti : air raksa, timah, arsenat dan lain-lain.
Inektisida organik atau dengan kata lain insektisida nabati adalah bahan aktif tunggal atau majemuk yang berasal dari tumbuhan yang datpat digunakan untuk mengendalikan organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Pestisida nabati ini dapat berfungsi sebagai penolak, penarik, antifertilitas (pemandul), pembunuh dan bentuk lainnya (Anonymous, 2002).
Secara umum insektisida nabati diartikan sebagai suatu pestisida yang bahan dasarnya berasal dari tumbuhan yang relatif mudah dibuat dengan kemampuan dan pengetahuan yang terbatas. Oleh karen terbuat dari bahan alami atau nabati maka jenis pestisida ini bersifat mudah terurai (bio-degradable) di alam sehingga tidak mencemari lingkungan, dan relatif aman bagi manusia dan ternak peliharaan karena residu mudah hilang (Anonymous, 2002).

Contoh Penutup Makalah

Pada bab penutup ini berisi kesimpulan besar dari seluruh pembahasan teori dan data dalam makalah. Kesimpulan bisa jadi sesuai dengan hipotesa awal namun bisa juga hasilnya berbeda. Tapi yang jelas kesimputan harus mengandung jawaban atas tujuan yang dituliskan dalam bab 1.
Penutup biasanya juga berisi saran dari penulis. Sekaligus disampaikan apakah hal penelitian itu cukup memuaskan atau masih perlu dilakukan penelitian lanjutan.
Contoh Makalah #1 Penutup Makalah
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari penjelasan di atas, maka dapa diketahui bahwa LFER merupakan korelasi linear antara logaritma dari suatu laju konstan atau konstanta kesetimbangan untuk satu seri reaksi dan logaritma dari laju konstan atau konstanta kesetimbangan untuk reaksi yang terkait. Hubungan ini juga di sebut dengan hubungan energi linear Gibbs. Persamaan hammet adalah salah satu persamaan yang mengikuti LFER ini. Pada persamaan hammet dinyatakan adanya  hubungan kuantitatif untuk menghitung pengaruh substituen terhadap reaktivitas molekul, yang di nyatakan dalam rumus:
log k/ko = σρ …………(i)
dengan       = tetapan hidrolisis ester tersubstitusi meta atau para,
ko = tetapan hidrolisis yang bekaitan dengan senyawa tak tersubstitusi,
σ = tetapan substituen,
ρ = tetapan reaksi.
Bila dilihat dari persamaan diatas, yang paling berpengaruh dalam persamaan hammet adalah tetapan subtituen (σ) dan tetapan reaksi (ρ). Tetapan substituen merupakan harga log kx/kH, ini berarti bahwa jika σx berharga positif memerikan penjelasan bahwa harga Kx lebih besar dari pada harga Ko atau dapat dinyatakan bahwa keberadaan gugus x akan memberikan kemudahan terhadap terjadinya reaksi, sedangakan besarnya ρ dapat dianggap sebaaii ukuran perubahan dalam kerapatan muatan pada pusat reaksi selama pembentukan keadaan reaksi.
Untuk mengakomodasi efek konjugasi-lewatan yang disebabkan oleh gugus pemberi electron yang terikat pada posisi para terhadap pusat reaksi, maka didefinisikan tetapan substituent baru, yaitu σp+. dengan demikian, tersedia dua tetapan substituent untuk gugus yang berposisi para terhadap pusat reaksi, yaitu σp dan σpuntuk  gugus pemberi electron σp  dan σp untuk gugus penarik electron yang penggunaannya bergantung pada ada dan tidaknya efek konjugasi-lewatan dalam tahap penentu laju reaksi.
Terdapat suatu persamaan Hubungan energi bebas linear dalam kimia organik fisik dimana merupakan versi modifikasi dari persamaan Hammett yang menyumbang efek resonansi ditingkatkan dalam reaksi elektrofilik para dan meta tersubstitusi pada senyawa organik. Persamaan ini memberikan ukuran tingkat stabilisasi resonansi untuk struktur reaktif yang membangun muatan (positif atau negatif) dalam keadaan transisi.
Adapun fungsi dari persamaan Hammet dapat dilihat dari sudut pandang berikut :
  1. Perhitungan harga K dan k
  2. Penyimpangan dari garis lurus
  3. Penyimpangan cekung ke atas
  4. Penyimpangan cembung ke bawah
3.2 Saran
Masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai hal ini.

Contoh Makalah #2 Penutup

BAB III
PENUTUP
  1. KESIMPULAN
Bahwa perbedaan yang paling mendasar antara Prinsif konvensional dan prinsif Syariah dalam penerapan hukum perbankkan, terletak pada penetuaan “Sesuatu hal yang diperjanjikan” dan“Sebab Yang Halal” dalam merumuskan suatu klausul perjanjian untuk melakukan trnasksi Sipan-Pinjam. sehingga pada prakteknya perbankan Prinsif syariah sering menggunakan cara-cara prinsif konvensional dalam menjalankan Usahanya.
Bahwa menurut Hemat Kami, hitungan  keuntungan Bank lebih besar dengan bagi hasil dalam prinsif Syariah  ketimbang dengan sistim bunga pada prinsif Konvensional. Sehingga hal ini yang mendorong para pelaku usaha terus mempertahankan Bank yang menganut prinsif Syariah ini.bahwa kepastian hukum dan Resiko sangat rentan dalam Bank yang menganut prinsif Syariah, ketimbang Bank yang menganut Prinsif Konvensional, hal ini disebabka dalam perumusan-perumusan Akadnya tidak mengandung Jaminan yang kuat bagi pihak Bank dan Nasabahnya. Bahwa Tidak disebutkkan secara Spesifik Lebaga Negara atau lembaga Bantu Negara yang menentukan Sebab Halal dan Haram dalam ketentuan Prinsif Syariah, membuat Mengundang Interpretasi yang  Rancu Legitimasi Hukum yang digunakan
Bahwa pada Undang-undang Nomor 21 tahun 2008 tentang perbankkan syariah masih banyak kekurangan dan kejanggalan, maka perlu ada perubahan untuk menjamin kenyamanan Masyarakat dan Pengelola Bank dalam menjalankan Sistim perbankkan yang menganut prinsif syariah.
  1. PENUTUP
Demikianlah isi makalah kami, atas kekurangan dan kesalahan kami dalam penulisana makalah ini, kami mengucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya. Atas keritik teman-teman dan dosen pembimbing mata kuliah perbandingan hukum kami ucapkan termakasi.

Contoh Daftar Pustaka Makalah

Daftar pustaka berisi sumber-sumber referensi yang dijadikan sebagai rujukan dalam penulisan makalah. Sumber rujukan bisa berupa buku, jurnal, skripsi, berita atau dari internet. Masing-masing sumber memiliki cara penulisannya sendiri dalam penulisan pustakanya.
Fungsinya untuk mnunjukkan kepada pembaca sumber-sumber data dan teori dalam makalah sehingga dapat membangun kepercayaan pembaca terhadap keilmiahan makalah.
Susunan penulisan daftar pustaka secara urut adalah nama penulis, tahun terbit, Judul buku/karya, tempat terbit dan nama penerbit.






Contoh makalah #1 daftar pustaka 

DAFTAR PUSTAKA

Catherine,dkk. 2008. Inorganic Chemistry Third Edition, England. Preantice Hall

Cotton, dkk. 2000.  Kimia Anorganik DasaR. Jakarta .U-I Press

E.Brady, James. Kimia Universitas Asas dan Struktur,jilid 2, Tangerang. Binapura  Aksara

Petrucci, Ralph H. 1985 . Kimia Dasar : Prinsip Dan Terapan Modern. Jakarta:  Erlangga.

Van Arkel, A.E., and de Boer, J.H.1925. Preparation of Pure Titanium, Zirkonium, Hafnium, and Thorium Methal : Zeitschrift fur Anorganishe und Allgemeine Chemie, v. 148, p. 345-350.



Contoh Lampiran Makalah

Lampiran makalah adalah dokumen tambahkan ke dalam makalah untuk melengkapi dokumen utama. Fungsinya sebagai data pelangkap untuk mendukung atau menguatkan gagasan dalam makalah.
Lampiran dapat berupa teks, dokumen pendukung, hasil survey, kuitansi, kliping, gambar/foto, grafik atau tabel. Lampiran tersebut terlalu panjang apabila diletakkan di dalam makalah. Oleh sebab itu diletakkan di akhir (di lampiran), setelah daftar pustaka.
Lampiran sifatnya opsional di dalam makalah. Boleh ada dan boleh juga tidak ada. Berikut ini contoh lampiran makalah yang berbentuk tabel. Banyak contoh lain bentuk lampiran yang bisa kamu kembangkan.

 

LAMPIRAN 2. Data Pengamatan
L.2.1 Titik Nyala (Pour Point) Metode ASTM D-97
No.
Perlakuan
Pengamatan
1.

2.

3.

4.
5.

6.
7.

8.

9.
Sampel dituang dalam test jar sampai tanda batas
Ditutup dengan gabus yang sudah terdapat termometernya
Dipanaskan sampai suhu menunjukkan 115 °F
Diturunkan sampai suhu kamar 85 °F
Test jar dimasukkan dalam bak pendingin
Diamati setiap penurunan 5 °F
Test jar dimiringkan sampai sampel mengental
Dicatat suhu sampel ketika sudah mengental
Ditambah 5 °F dan dilaporkan sebagai nilai titik tuangnya (pour point)
Sampel berwarna hitam pekat



To = 115 °F


Test jar berisi sampel di dalam bak pendingin


Sampel sedikit mengental
Sampel mengental atau sudah tidak dapat mengalir
Pour point I = 76 °F
Pour point II = 75 °F

.



Read More ->>
Copyright © @nuqi48. Diberdayakan oleh Blogger.